WARGA YANG PALING RAJIN CUCI TANGAN, SAROLANGUN PERINGKAT IV SE INDONESIA

Kampanye cuci tangan itu sudah digalakkan Cek Endra, jauh sebelum munculnya Corona. Hampir tiga periode menjadi Bupati, selama itu pula Cek Endra berjibaku, turun tangan menunjukkan teknik yang tepat, dan membanjiri iklan tentang cuci tangan yang benar.

Di Provinsi Jambi, Cek Endra tercatat sebagai Bupati yang paling antusias meluncurkan kampanye itu. Ala bisa karena terbiasa. Gerakan cuci tangan pun menubuh (embodied), menjadi bagian hidup warga Sarolangun.

Bupati Sarolangun itu sukses membangun kebiasaan baik di tengah masyarakat.

Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis, Kabupaten Sarolangun mencatat rekor sebagai daerah yang warganya paling rajin cuci tangan. Daerah berjuluk Sepucuk Adat Serumpun Pseko itu berada di peringkat keempat setelah Kota Batu, Kepulauan Sangihe, dan Klungkung. Riset dilakukan sejak 2018 lalu di 416 Kabupaten dan 98 Kota. Mereka yang diriset adalah penduduk umur 10 tahun ke atas, yang mempunyai kebiasaan mencuci tangan dengan baik. Caranya, dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir pada saat, sebelum menyiapkan makanan dan setiap kali tangan kotor. Selain itu, setelah buang air besar, sebelum menyusui, dan setelah menceboki bayi. Indikator selanjutnya, penduduk mencuci tangan setelah menggunakan disinfektan. Semua mafhum, mencuci tangan adalah senjata penting dalam melawan Covid-19. Sementara, Cek Endra sudah sedari dulu rajin mengkampanyekan gerakan ini.

“Yang kita bangun adalah kebiasaan. Di sinilah kuncinya..,”kata Cek Endra.Ia merasa terharu dan bangga ketika BPS merilis perilaku warga Sarolangun itu. Padahal, gerakan rajin mencuci tangan, yang kerap ia kampanyekan itu, bukan semata untuk memburu penghargaan apalagi penilaian.“Kita berterimakasih dan bersyukur bila ada penilaian begitu. Ini prestasi kita semua, warga Sarolangun. Semoga kebiasaan baik ini terus dipupuk dan dipelihara, bukan saja disaat ada Corona, tapi, menjadi kebiasaan terus sampai akhir hayat,”jelasnya.

Mencuci tangan secara rutin memang bisa secara signifikan mengurangi risiko tertular infeksi saluran pernapasan seperti Covid-19.Sebuah kajian ilmiah pada tahun 2006 mendapati bahwa mencuci tangan secara rutin bisa memangkas risiko infeksi saluran pernapasan sebesar antara 6 dan 44%. Sejak kemunculan pandemi Covid-19, para ilmuwan menemukan bahwa budaya mencuci tangan di suatu negara adalah predikto yang sangat baik menangkal penyebaran penyakit.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, mengatakan, penularan Covid-19 melalui kontak pada tangan paling banyak terjadi. “Penularan melalui kontak tangan ini cukup besar jumlahnya,” kata Yuri. Seseorang bisa saja tanpa sengaja memindahkan virus yang menular melalui droplets (dahak) tersebut dari tangan ke wajah.

“Oleh karena itu, biasakan mencuci tangan dengan menggunakan sabun pada air yang mengalir setidak-tidaknya 20 detik,”katanya.

Berawal dari niat baik dan tulus, prestasi itu datang laksana jamur yang tumbuh subur di musim penghujan. Kebiasaan baik yang dilakukan Cek Endra di Sarolangun, bukan saja membuat warga terjaga kesehatannya, terlindungi hidupnya dari marabahaya, terhindar dari wabah mematikan itu. Tapi, kini, Sarolangun menjadi contoh, menjadi suri tauladan baik, bagaimana cara membangun kebiasaan mencuci tangan setiap waktu.

(SUMBER : https://jambilink.com/warga-yang-paling-rajin-cuci-tangan-sarolangun-peringkat-4-se-indonesia/)