Sejarah

Pemerintah Kabupaten Sarolangun merefleksikan perjalanan pembangunan sejak berdiri pada 12 Oktober 1999. Pembentukan daerah ini berawal dari pemekaran Kabupaten Merangin di Provinsi Sumatera Tengah melalui Undang-Undang Nomor 54 Tahun 1999, yang menandai lahirnya Kabupaten Sarolangun sebagai daerah otonom baru.

Kabupaten Sarolangun memiliki luas wilayah 5.935,89 km² yang terbagi dalam 11 kecamatan, 9 kelurahan, dan 149 desa, dengan posisi strategis di antara Kabupaten Batanghari, Merangin, dan Musi Rawas Utara. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tahun 2024, jumlah penduduk mencapai 313.097 jiwa, terdiri atas 159.668 laki-laki dan 153.429 perempuan, dengan mayoritas penduduk menganut agama Islam (96,13%).

Sejak berdirinya, Kabupaten Sarolangun telah mengalami beberapa kali pergantian kepemimpinan. Tahun 1999-2001 Dipimpin oleh Drs. H. Muhammad Madel sebagai Penjabat Bupati. Periode pertama (2021–2006) dipimpin oleh Drs. H. Muhammad Madel dan Dr. H. Maryadi Syarif, M.Pd. Pada Tanggal 18 November 2005, H. Maryadi Syarif melaksanakan tugas dan kewajiban Bupati Sarolangun dan berakhir masa jabatannya 30 Juli 2006. Selanjutnya, Drs. H. Hasan Basri Agus, M.M. (2006–2010) digantikan oleh wakilnya Dr. H. Cek Endra setelah Drs. H. Hasan Basri Agus, M.M terpilih sebagai Gubernur Jambi, dan Dr. H. Cek Endra kemudian memimpin dua periode (2010–2021). Pada saat proses transisi kepemimpinan (pilkada) dilanjutkan oleh Penjabat Bupati, yaitu Arief Munandar, S.E., Henrizal, S.Pt., M.M., Dr. Ir. Bachril Bakri, M.App.Sc., dan Dr. Bahri, S.STP., M.Si.

Sekarang, Kabupaten Sarolangun dipimpin oleh H. Hurmin sebagai Bupati dan Gerry Trisatwika sebagai Wakil Bupati periode 2025–2030 dengan visi “MAJU (Muda, Agamis, Jujur, dan Unggul)”.

(sumber : https://sarolangunkab.go.id/halaman/kepala-daerah-sarolangun-dari-masa-ke-masa)

Motto “Sepucuk Adat Serumpun Pseko” mencerminkan semangat masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Sarolangun dalam menjunjung tinggi adat istiadat sebagai warisan leluhur serta jati diri daerah. Nilai budaya ini menjadi landasan dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, inovatif, dan berdaya saing menuju masyarakat Sarolangun yang maju, mandiri, dan berbudaya.

#satudataindonesia

@data.go.id, https://www.instagram.com/p/DPtbZ9WEQgP/?stkn=dXMxa2Ezbjl0MXlq

Berikut Sejarah Kabupaten sarolangun dalam gambar

Kontributor data : Bid Statistik Diskominfo Kab. Sarolangun

💝 Berikan Rating Kepuasan Anda