img
Menembus Isolasi di Pauh Dalam: Ikhtiar Pemkab Sarolangun Merajut Konektivitas Desa
  • BAL
  • February 25, 2026
  • Pengunjung (117)

SAROLANGUN – Deru mesin alat berat memecah kesunyian di kawasan jalur penghubung Desa Lamban Sigatal menuju Desa Sepintun, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, Kamis (26/2). Di bawah pengawasan ketat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), hamparan koral mulai menutupi kubangan lumpur yang selama ini menjadi momok bagi mobilitas warga setempat.

Langkah ini merupakan bagian dari akselerasi pembangunan infrastruktur yang dicanangkan oleh pasangan Bupati H. Hurmin dan Wakil Bupati Gerry Trisatwika. Fokus utamanya adalah memulihkan akses transportasi di wilayah "Pauh Bagian Dalam" yang sempat lumpuh akibat anomali cuaca dan intensitas hujan tinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Bukan perkara mudah membangun infrastruktur di wilayah dengan topografi menantang dan keterbatasan anggaran. Namun, Bupati Hurmin menegaskan bahwa konektivitas antar-desa adalah urat nadi perekonomian yang tidak boleh terputus.

"Kami menyadari sepenuhnya aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan. Pemerintah daerah berkomitmen kuat untuk menghadirkan jalan yang layak di seluruh wilayah kewenangan kabupaten. Meski kita dihadapkan pada keterbatasan armada alat berat dan efisiensi anggaran, skala prioritas tetap kita jalankan," ujar Bupati Hurmin saat meninjau progres pengerjaan.

Ia menambahkan bahwa proses pembangunan tidak bisa dilakukan secara instan. Ada tahapan birokrasi mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga eksekusi lapangan yang harus ditaati. "Yakinlah, satu demi satu titik kerusakan sedang kami petakan dan tangani. Ini adalah proses berkelanjutan untuk memastikan tidak ada desa yang merasa ditinggalkan," tegasnya.

Kepala Dinas PUPR Sarolangun, Arif Hamdani, memaparkan bahwa intervensi fisik kali ini difokuskan pada pengerasan jalan fungsional sepanjang 4 kilometer. Jalur ini menghubungkan titik strategis mulai dari Desa Lamban Sigatal ke Desa Sepintun, hingga berlanjut ke Desa Taman Bandung.

"Saat ini, penanganan efektif sudah mencapai 500 meter di titik-titik paling krusial. Kami menggunakan material pilihan untuk pengerasan agar jalan memiliki daya dukung yang lebih baik terhadap beban kendaraan angkutan hasil bumi," jelas Arif.

Arif juga menyoroti pentingnya jalur ini bagi komunitas Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Sepintun. Perbaikan jalan Trans-SAD menjadi prioritas karena menyangkut akses layanan kesehatan dan pendidikan bagi warga rimba yang mulai menetap. "Misi bupati adalah pembangunan yang merata. Maka, wilayah pelosok seperti Sepintun dan Taman Bandung mendapat perhatian khusus agar standar kualitas infrastrukturnya setara dengan wilayah lain," imbuhnya.

Bagi warga di Kecamatan Pauh Dalam, perbaikan jalan ini adalah "angin segar" bagi stabilitas harga komoditas. Selama ini, rusaknya jalan membuat biaya logistik membengkak, yang berdampak pada rendahnya harga jual hasil tani di tingkat petani.

Dengan pengerasan jalan ini, waktu tempuh dari desa menuju pusat kecamatan dapat dipangkas secara signifikan. Selain itu, akses bagi kendaraan logistik dan ambulans kini menjadi lebih terjamin, mengurangi risiko keterlambatan penanganan medis darurat bagi warga desa.

Pemerintah Kabupaten Sarolangun berharap, rampungnya pengerjaan di jalur Lamban Sigatal-Sepintun-Taman Bandung ini akan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi baru di sektor perkebunan dan perdagangan desa. Agenda perbaikan ini dipastikan akan terus berlanjut ke titik-titik kerusakan lainnya di wilayah Kabupaten Sarolangun sepanjang tahun anggaran 2026 sebagai wujud nyata dari visi "Sarolangun Maju".(IKP-KOMINFO)

💝 Berikan Rating Kepuasan Anda