img
Bupati Hurmin Pimpin Upacara HAB ke-80 di Kementerian Agama Sarolangun
  • BAL
  • January 03, 2026
  • Pengunjung (216)

SAROLANGUN – Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama tingkat Kabupaten Sarolangun berlangsung khidmat dan tertib. Upacara yang digelar di Lapangan Kantor Kementerian Agama Sarolangun, Sabtu (3/1/2026), menjadi momentum penguatan komitmen kerukunan dan pelayanan keagamaan bagi seluruh aparatur dan masyarakat.

Bupati Sarolangun H Hurmin bertindak sebagai pembina upacara dan membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Prof Dr KH Nasaruddin Umar, MA. Upacara mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju” yang mencerminkan peran strategis Kementerian Agama dalam menjaga harmoni kehidupan berbangsa.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD Provinsi Jambi, jajaran TNI-Polri, Sekretaris Daerah Sarolangun, para staf ahli bupati, pejabat struktural Kemenag Sarolangun, tokoh lintas agama, organisasi perempuan Dharma Wanita Persatuan, kepala KUA, kepala madrasah, guru, penyuluh agama, hingga pelajar.

Dalam amanatnya, Bupati Hurmin menyampaikan pesan Menteri Agama bahwa kerukunan umat beragama merupakan fondasi utama bagi kemajuan bangsa. Kerukunan tidak dimaknai sekadar absennya konflik, melainkan harus menjadi energi kolaboratif yang produktif dalam menghadapi tantangan kebangsaan.

Disebutkan pula bahwa kehadiran Kementerian Agama sejak awal kemerdekaan merupakan kebutuhan nyata bangsa Indonesia yang majemuk. Lembaga ini dibangun untuk memastikan nilai-nilai agama tetap sejalan dengan semangat kebangsaan, keadilan sosial, dan kesejahteraan masyarakat.

“Selama delapan dekade, Kementerian Agama terus berperan sebagai penjaga keseimbangan antara kehidupan beragama dan kehidupan bernegara, sekaligus menjadi motor penguatan pendidikan keagamaan, kerukunan umat, serta pemberdayaan ekonomi berbasis keagamaan,” ujar Hurmin saat membacakan amanat.

Dalam konteks kekinian, Kementerian Agama juga dinilai telah menunjukkan kerja nyata melalui program Kemenag Berdampak, termasuk percepatan transformasi digital layanan keagamaan yang semakin transparan, cepat, dan mudah diakses masyarakat.

Di bidang pendidikan, madrasah dan perguruan tinggi keagamaan disebut terus mengalami peningkatan kualitas, baik dari sisi kurikulum maupun sarana prasarana, sehingga mampu bersaing dan sejajar dengan lembaga pendidikan lainnya. Sementara itu, penguatan ekonomi umat melalui pesantren serta optimalisasi zakat, wakaf, dan dana sosial keagamaan menjadi bagian penting dari kontribusi Kemenag bagi kesejahteraan masyarakat.

Menag juga mengingatkan tantangan global yang dihadapi umat manusia saat ini, termasuk pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Dalam era perubahan yang cepat dan penuh ketidakpastian, ASN Kementerian Agama diharapkan mampu beradaptasi serta mengisi ruang digital dengan nilai-nilai keagamaan yang moderat, mencerahkan, dan berorientasi pada kemanusiaan.

“Teknologi harus menjadi sarana pemersatu dan penguat kerukunan, bukan sebaliknya,” demikian salah satu pesan yang disampaikan.

Usai upacara, rangkaian kegiatan HAB ke-80 Kemenag Sarolangun dilanjutkan dengan pemberian tanda kehormatan bagi ASN Kementerian Agama dengan masa pengabdian 10, 20, dan 30 tahun. Selain itu, dilakukan penyerahan penghargaan bagi masjid teladan, madrasah sehat, KUA terbaik, serta tata kelola perpustakaan dan kearsipan madrasah. Kegiatan sosial seperti santunan anak yatim dan peninjauan khitanan massal turut mewarnai peringatan tersebut.

Peringatan HAB ke-80 ini diharapkan menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan semangat pengabdian seluruh jajaran Kementerian Agama dalam mewujudkan Indonesia yang damai, rukun, dan bermartabat.(IKP-KOMINFO)

💝 Berikan Rating Kepuasan Anda