Wabup Sarolangun Dampingi Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hadiri TOT Metode 30 Menit Bisa Membaca Al-Qur’an
SAROLANGUN – Upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di Provinsi Jambi terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut tercermin dalam pelaksanaan Training of Trainer (TOT) Calon Mu’allim Metode 30 Menit Bisa Membaca Al-Qur’an yang digelar di Kabupaten Sarolangun, Jumat (19/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Sarolangun itu dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Jambi Ny. Hj. Hesnidar Haris dan didampingi Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, SE. Hadir pula perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, jajaran TP PKK, Kementerian Agama Kabupaten Sarolangun, penyuluh agama Islam, serta para calon mu’allim dari berbagai kecamatan.
Kepala Kemenag Sarolangun M. Syatar dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan TOT tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas para penyuluh agama dan tenaga pendidik dalam mengajarkan Al-Qur’an, khususnya kepada anak-anak dan masyarakat umum.
Ia menilai penyuluh agama Islam memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan pencerahan keagamaan, sehingga metode pembelajaran yang efektif dan mudah dipahami menjadi kebutuhan mendesak. Menurutnya, metode ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam mengurangi angka buta aksara Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Sementara itu, mewakili Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, Abdul Rahman menyampaikan bahwa pelaksanaan TOT telah dilakukan secara bertahap di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Kabupaten Sarolangun menjadi salah satu lokasi strategis sebelum kegiatan serupa ditutup di Kabupaten Batanghari.
Ia berharap metode tersebut dapat disebarluaskan melalui jaringan Kementerian Agama hingga ke tingkat desa, seiring dengan ketersediaan ratusan penyuluh agama Islam yang tersebar di seluruh wilayah Jambi. Kemenag, kata dia, mendukung penuh inisiatif TP PKK Provinsi Jambi dalam mendorong gerakan bebas buta aksara Al-Qur’an.
Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai metode 30 Menit Bisa Membaca Al-Qur’an telah terbukti efektif dan konsisten digunakan selama puluhan tahun tanpa menimbulkan kendala berarti.
“Ini merupakan langkah nyata yang patut kita dukung bersama. Pemerintah daerah siap berkolaborasi agar metode ini dapat diterapkan secara luas hingga ke pelosok Sarolangun,” ujarnya.
Gerry juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sarolangun untuk mendukung program-program keagamaan yang bersentuhan langsung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam bidang literasi Al-Qur’an.
Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris menjelaskan bahwa metode ini dirancang dengan pendekatan belajar yang mudah dan menyenangkan. Ia menilai metode tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama kelompok usia dewasa yang masih belum mampu membaca Al-Qur’an.
Menurutnya, pemberantasan buta aksara Al-Qur’an membutuhkan gerakan bersama dan tidak terpaku pada satu metode tertentu. Namun yang terpenting, masyarakat terdorong untuk belajar dan memahami Al-Qur’an dengan cara yang sesuai dan mudah diterima.
Melalui pelatihan ini, TP PKK Provinsi Jambi berharap lahir para mu’allim yang kompeten dan siap menjadi agen perubahan dalam mewujudkan masyarakat Jambi yang religius dan bebas dari buta aksara Al-Qur’an.(IKP-KOMINFO)