Ketua TP-PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris dan Ketua TP-PKK Sarolangun Risha Fitria Hurmin Fasilitasi Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an melalui Metode Training Of Trainer (TOT) 30 Menit Bisa Membaca Al-Qur’an Tahun 2026
SAROLANGUN – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Sarolangun, Ny. Hj. Risha Fitria Hurmin, mendorong percepatan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an melalui kegiatan Training of Trainer (ToT) Metode Belajar Mandiri 30 Menit Bisa Membaca Al-Qur’an Tahun 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan melalui kolaborasi TP-PKK Provinsi Jambi, Pemerintah Provinsi Jambi, dan Kementerian Agama Provinsi Jambi tersebut berlangsung di Aula Utama Kantor Kementerian Haji Kabupaten Sarolangun, Selasa (13/10/2026).

Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan para penyuluh agama Islam dalam menerapkan metode pembelajaran membaca Al-Qur’an yang praktis, mudah dipahami, dan dapat dikembangkan kembali di tengah masyarakat.
Kehadiran Ketua TP-PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Sarolangun, Ny. Hj. Risha Fitria Hurmin, menegaskan pentingnya sinergi antara gerakan pemberdayaan keluarga dan lembaga keagamaan dalam memperluas akses pendidikan Al-Qur’an bagi masyarakat.

Turut hadir Staf Ahli I TP-PKK Kabupaten Sarolangun, Ny. Ratna Shafira Gerry; Staf Ahli II TP-PKK Kabupaten Sarolangun, Ny. Lilis Sumiyati Arief; Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKIS) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi, H. Amiruddin, M.Pd.I.; Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sarolangun, Ali Martado, S.Ag., M.Pd.I.; Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Sarolangun, Raja Kurnain Ahmad, M.Fil.I.; Kabag Kesra Setda Sarolangun, Junaidi, S.S., M.Pd.I.; Kasubbag Tata Usaha, Afrizal, S.Pd.I., M.H.; serta para penyuluh agama Islam dan tamu undangan lainnya.
Sementara itu, Kepala Bidang PAPKIS Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi, H. Amiruddin, M.Pd.I., menyambut baik pelaksanaan pelatihan yang digagas Ketua TP-PKK Provinsi Jambi bersama Biro Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Jambi.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan tugas pelayanan keagamaan, khususnya dalam meningkatkan kemampuan masyarakat membaca Al-Qur’an dan mengatasi persoalan buta aksara Al-Qur’an di Provinsi Jambi.
Ia berharap para penyuluh agama Islam yang mengikuti pelatihan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat. Dengan demikian, pelatihan tidak hanya menjadi kegiatan peningkatan kapasitas, tetapi juga menghasilkan dampak nyata bagi umat.

Amiruddin turut menyampaikan apresiasi kepada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi dan Kantor Kementerian Haji Kabupaten Sarolangun yang telah memfasilitasi rangkaian kegiatan tersebut. Ia berharap penerapan metode ini dapat terus diperluas hingga ke kantor Kementerian Agama kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.
Dalam sambutannya, Ketua TP-PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, menekankan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, berakhlak, dan memiliki ketahanan moral yang kuat.

Ia berharap metode pembelajaran yang diperkenalkan melalui pelatihan tersebut dapat menjadi sarana untuk mendekatkan masyarakat dengan Al-Qur’an, sekaligus menjawab tantangan masih adanya umat Islam yang belum mampu membaca kitab suci dengan baik.
Menurutnya, pemberantasan buta aksara Al-Qur’an membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah, penyuluh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak-anak.
Hj. Hesnidar Haris juga mendorong para peserta agar tidak berhenti pada tahap memahami materi pelatihan, tetapi mampu meneruskannya melalui kegiatan penyuluhan dan pembelajaran langsung kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

“Melalui metode yang sederhana dan mudah dipraktikkan ini, kita berharap semakin banyak masyarakat yang mendapatkan kesempatan untuk belajar membaca Al-Qur’an. Para penyuluh agama memiliki peran penting untuk menularkan ilmu yang diperoleh sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh umat,” demikian pesan yang diharapkan menjadi semangat bersama dalam kegiatan tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara TP-PKK, pemerintah daerah, dan jajaran Kementerian Agama agar gerakan literasi Al-Qur’an dapat menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Pada kesempatan yang sama, Ustadz Achmad Farid Hasan selaku penyusun metode menyampaikan materi sekaligus memberikan penjelasan mengenai penerapan metode Belajar Mandiri 30 Menit Bisa Membaca Al-Qur’an.
Ia menjelaskan bahwa metode tersebut dirancang untuk membantu masyarakat mempelajari kemampuan membaca Al-Qur’an melalui tahapan yang sistematis, praktis, dan mudah diikuti secara mandiri dengan berpedoman pada petunjuk teknis serta latihan yang telah disusun.

Berdasarkan pengamatannya selama berinteraksi dengan masyarakat, masih terdapat umat Islam yang belum memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an, termasuk memahami kaidah dasar ilmu tajwid. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dikembangkannya metode pembelajaran yang diharapkan dapat mempermudah proses belajar.
Melalui pelatihan ini, para penyuluh agama Islam diharapkan mampu menguasai materi, memahami teknik penyampaiannya, serta mengadaptasi pembelajaran sesuai kebutuhan masyarakat. Meski mengusung pendekatan belajar selama 30 menit, keberhasilan tetap memerlukan praktik, ketekunan, dan pendampingan yang tepat.
Pelaksanaan ToT ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi Al-Qur’an di Provinsi Jambi. Dengan dukungan lintas sektor dan peran aktif para penyuluh agama, metode tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas kesempatan belajar membaca Al-Qur’an, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Bagi Kabupaten Sarolangun, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi pemberdayaan keluarga dan pembinaan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter, berakhlak, dan berlandaskan nilai-nilai spiritual menuju Sarolangun Maju.(IKP-KOMINFO)