img
Disnakan Sarolangun Pastikan Stok Daging Aman Selama Ramadan dan Jelang Idulfitri 1447 H
  • BAL
  • March 11, 2026
  • Pengunjung (862)

SAROLANGUN – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Sarolangun memastikan ketersediaan daging sapi dan kerbau untuk kebutuhan masyarakat tetap aman selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau tahun 2026.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sarolangun, Setiadi, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan ternak sekaligus memastikan kesehatan hewan yang akan dipotong untuk konsumsi masyarakat. Menurutnya, kebutuhan daging selama Ramadan hingga Idulfitri diperkirakan tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data tahun 2025, jumlah pemotongan ternak sapi dan kerbau di wilayah Sarolangun hingga H-1 Idulfitri mencapai sekitar 320 ekor.

“Tahun lalu jumlah pemotongan ternak sampai menjelang Idulfitri sekitar 320 ekor. Untuk tahun ini kemungkinan tidak jauh berbeda dari angka tersebut,” ujar Setiadi saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan, ketersediaan ternak di tingkat lokal sebenarnya cukup, namun sebagian masyarakat yang memelihara sapi maupun kerbau cenderung tidak langsung menjual ternaknya karena dianggap sebagai bentuk investasi jangka panjang. Penjualan biasanya dilakukan ketika pemilik ternak memiliki kebutuhan mendesak.

Kondisi tersebut membuat sebagian pedagang mengambil pasokan dari daerah lain guna memenuhi permintaan pasar. Beberapa wilayah yang menjadi sumber pasokan ternak bagi pedagang di Sarolangun antara lain Kabupaten Batanghari yang memiliki pasar ternak serta sejumlah daerah di Provinsi Sumatera Barat.

“Kalau permintaan meningkat, pedagang biasanya mencari ternak dari daerah lain seperti Batanghari atau Sumatera Barat. Sistem ekonomi berjalan seperti itu, ketika permintaan tinggi maka pasokan akan dicari,” jelasnya.

Meski demikian, Disnakan Sarolangun tetap memastikan bahwa kebutuhan daging masyarakat dapat terpenuhi selama periode Ramadan hingga Idulfitri. Pemerintah daerah melalui dinas terkait terus berkoordinasi dengan para pedagang dan pelaku usaha pemotongan hewan untuk memantau kondisi pasokan di lapangan.

Selain memastikan ketersediaan, Disnakan juga meningkatkan pengawasan terhadap kesehatan ternak yang beredar di pasaran. Pemeriksaan dilakukan untuk mencegah adanya hewan yang terpapar penyakit menular seperti Septicaemia Epizootica (SE) maupun Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Setiadi menegaskan, pengawasan tersebut penting dilakukan guna menjamin keamanan pangan bagi masyarakat. Petugas dari dinas secara rutin melakukan pemantauan terhadap lalu lintas ternak serta proses pemotongan hewan.

“Kami tetap melakukan pengawasan terhadap peredaran dan pemotongan ternak. Tujuannya untuk memastikan hewan yang dipotong dalam kondisi sehat dan layak dikonsumsi masyarakat,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk membeli daging dari pedagang yang terpercaya serta memastikan daging yang dikonsumsi berasal dari hewan yang dipotong di tempat yang memenuhi standar kesehatan dan kebersihan.

Dengan langkah pengawasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sarolangun berharap kebutuhan daging masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik sekaligus tetap terjaga dari sisi kualitas dan keamanan konsumsi.(IKP-KOMINFO)

💝 Berikan Rating Kepuasan Anda