“Bunda PAUD Sarolangun Tekankan Pentingnya Kegiatan MPLS Transisi PAUD ke SD yang Ramah dan Menyenangkan”
SAROLANGUN — Pemerintah Kabupaten Sarolangun terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak melalui program transisi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD). Komitmen tersebut ditunjukkan Bunda PAUD Kabupaten Sarolangun, Nyonya Hj. Risa Fitria Hurmin, saat melakukan monitoring pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 60 Desa Payolebar, Kecamatan Singkut, Rabu (15/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bunda PAUD didampingi Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sarolangun, Mualimin. Keduanya meninjau langsung pelaksanaan MPLS sekaligus memastikan peserta didik baru memperoleh pengalaman belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan pada hari-hari pertama memasuki bangku sekolah dasar.
Risa Fitria Hurmin menegaskan, masa transisi dari PAUD menuju SD merupakan tahapan penting dalam tumbuh kembang anak. Karena itu, pendekatan yang digunakan sekolah tidak lagi berorientasi pada tekanan akademik, melainkan memberikan ruang adaptasi yang sehat bagi anak.
“Tujuan utamanya adalah supaya anak-anak kita yang bertransisi dari TK menuju SD merasa nyaman dan senang. Mereka tidak boleh merasa bahwa sekolah dasar itu adalah tempat yang menakutkan atau sulit,” ujarnya.
Pelaksanaan MPLS tahun ajaran 2026/2027 mengacu pada Permendikbud Nomor 12 Tahun 2026 yang mewajibkan setiap satuan pendidikan melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah selama lima hari. Regulasi tersebut menekankan pentingnya pengenalan lingkungan belajar secara bertahap agar anak mampu beradaptasi secara sosial, emosional, dan psikologis.
Menurut Risa, kebijakan tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sarolangun dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sejak usia dini. Ia menilai, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari kesiapan mental dan karakter peserta didik.
Pada kesempatan itu, Risa juga memperkenalkan inovasi daerah bertajuk “Senyum Cik Minah”, akronim dari Selusuri Edukasi dan Advokasi Nyaman untuk Masyarakat Ciptakan Karakter Mandiri Insan Anak Hebat Generasi Emas Menuju Sarolangun Maju.
Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Sarolangun dalam mendukung Program Wajib Belajar 13 Tahun yang dicanangkan pemerintah pusat. Melalui gerakan itu, masyarakat didorong untuk memastikan anak mengikuti pendidikan PAUD setidaknya selama satu tahun sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
“Inovasi ini tidak hanya berbicara tentang pendidikan formal, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun kesadaran orang tua bahwa PAUD adalah fondasi penting dalam pembentukan karakter dan kesiapan belajar anak,” katanya.
Gerakan “Senyum Cik Minah” sebelumnya juga mendapat perhatian pada ajang Bunda PAUD Tingkat Nasional Tahun 2025. Program ini menitikberatkan pada edukasi dan advokasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan usia dini sebagai pondasi menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sarolangun, Mualimin, mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan seluruh kepala sekolah dasar di Kabupaten Sarolangun guna memastikan pelaksanaan MPLS berjalan sesuai ketentuan.
“Seluruh sekolah kami minta untuk mengedepankan prinsip ramah anak selama MPLS. Masa pengenalan ini harus menjadi pengalaman yang menyenangkan sehingga anak-anak memiliki semangat untuk datang ke sekolah setiap hari,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sarolangun berharap, melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua, pelaksanaan transisi PAUD ke SD dapat berjalan optimal dan melahirkan generasi yang mandiri, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.(IKP-KOMINFO)