Pondok Buluh Bukit Rayo, Desa Wisata Berprestasi dengan Panorama Alam Memukau di Batang Asai
SAROLANGUN – Berbicara mengenai potensi wisata alam di Kabupaten Sarolangun seakan tidak pernah ada habisnya. Daerah ini menyimpan beragam destinasi menarik, baik wisata alam maupun wisata buatan yang terus berkembang. Salah satu destinasi yang kini semakin dikenal wisatawan adalah Pondok Buluh Bukit Rayo, wisata tematik yang memadukan keindahan alam dengan sentuhan kearifan lokal di Desa Muara Cuban, Kecamatan Batang Asai.
Destinasi ini dinamakan Pondok Buluh Bukit Rayo karena hampir seluruh bangunan pendopo atau gazebo yang ada di kawasan tersebut dibuat dari bahan bambu atau buluh. Sementara itu, sebutan Bukit Rayo merujuk pada lokasi wisata yang berada di dataran tinggi atau kawasan perbukitan, sehingga menawarkan panorama alam yang luas dan menawan.
Dari kawasan ini, wisatawan dapat menikmati suasana alam yang begitu menenangkan. Keindahan matahari terbit dan terbenam, hamparan awan yang melayang di perbukitan, serta udara yang sejuk menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang datang.
Untuk mencapai lokasi pondok di puncak bukit, wisatawan hanya perlu berjalan kaki sekitar 100 meter dari area parkir kendaraan. Meski harus berjalan sebentar, perjalanan tersebut justru memberikan pengalaman tersendiri karena pengunjung dapat menikmati pemandangan alam sekitar.
Pengelolaan destinasi wisata ini juga sudah dilakukan secara baik oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Telun Membung yang berada di bawah kepemimpinan Kepala Desa Muara Cuban, Julius Rangga Saputra. Pengelolaan berbasis desa ini diharapkan mampu menjaga kelestarian alam sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Di sekitar kawasan wisata Pondok Buluh Bukit Rayo, pengunjung juga dapat menikmati pesona wisata alam lainnya berupa pemandian alami dengan tiga air terjun yang dikenal dengan sebutan telun. Ketiga telun tersebut adalah Telun Beringin, Telun Pauh, dan Telun Mombung yang juga telah dikelola oleh BUMDes setempat.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati kesegaran air Telun Mombung, akses menuju lokasi dari Desa Muara Cuban hanya sekitar 3,5 kilometer. Air terjun ini berada di aliran Sungai Batang Ngai di wilayah Kecamatan Batang Asai. Sementara Telun Pauh dan Telun Beringin juga berada tidak jauh dari kawasan desa tersebut sehingga mudah dijangkau oleh para pengunjung.
Tak hanya dikenal karena keindahan alamnya, Pondok Buluh Bukit Rayo juga berhasil meraih berbagai prestasi di tingkat nasional. Destinasi ini pernah dinobatkan sebagai Juara II Desa Wisata Terbaik se-Indonesia, serta sebagai Juara satu destinasi unggulan dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Award, sebuah penghargaan bergengsi bagi destinasi pariwisata di tanah air yang diterima langsung oleh Bupati Sarolangun H.Hurmin di Bengkayang Kalimantan Barat Tahun 2025.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sarolangun, Suryadi, mengatakan bahwa Kabupaten Sarolangun memiliki banyak potensi wisata yang sangat menjanjikan, baik wisata alam maupun wisata buatan.
Ia berharap masyarakat yang berada di sekitar lokasi wisata dapat turut berperan aktif dalam menjaga dan mengembangkan destinasi tersebut dengan menyambut wisatawan secara ramah.
“Kami berharap masyarakat sekitar dapat menyambut wisatawan dengan baik sehingga pariwisata di Kabupaten Sarolangun terus berkembang dan semakin dikenal oleh masyarakat luas,” ujarnya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, juga akan terus berupaya membantu mempromosikan berbagai destinasi wisata yang ada di Sarolangun agar potensi daerah dapat dikenal lebih luas.
“Kami akan terus membantu mempromosikan pariwisata di Kabupaten Sarolangun. Harapannya, destinasi wisata yang ada semakin dikenal masyarakat luas sekaligus mampu meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar lokasi wisata,” pungkasnya.(IKP-KOMINFO)
Sumber: https://payokesarolangun.great-site.net/wisata-alam/pondok-buluh-bukit-rayo/