Wabup Gerry Pimpin Rakor Percepatan Makan Bergizi Gratis di Sarolangun
SAROLANGUN – Pemerintah Kabupaten Sarolangun memperkuat langkah percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026. Wakil Bupati Sarolangun, Gerry Trisatwika, SE, memimpin langsung rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Ruang Pola Utama Kantor Bupati Sarolangun, Rabu (14/1/2026).
Rapat tersebut melibatkan jajaran pimpinan daerah, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, koordinator wilayah Badan Gizi Nasional (BGN), serta unsur pelaksana di tingkat kecamatan. Kehadiran berbagai pihak ini menegaskan komitmen bersama dalam memastikan program nasional tersebut berjalan efektif dan tepat sasaran di Sarolangun.
Dalam arahannya, Wabup Gerry menekankan pentingnya sinergi antarinstansi guna mendukung kelancaran operasional MBG, terutama dalam penguatan peran BGN sebagai penggerak utama di daerah. Ia menyebut percepatan program membutuhkan kolaborasi erat antara sektor pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, sosial, dan instansi pendukung lainnya.
“Program ini tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kerja bersama yang solid agar seluruh tahapan, mulai dari perencanaan hingga distribusi, dapat terlaksana dengan baik dan berkelanjutan,” ujarnya.
Gerry juga menyoroti pentingnya validasi dan pembaruan data penerima manfaat secara berkala. Menurutnya, akurasi data menjadi kunci agar sasaran MBG benar-benar mencakup peserta didik, kelompok rentan, serta komponen lain sesuai regulasi yang telah ditetapkan.
Ia meminta seluruh OPD dan pihak terkait segera menyusun langkah cepat untuk memperluas cakupan layanan MBG di tahun 2026. Forum koordinasi ini diharapkan menjadi ruang berbagi informasi, sekaligus sarana menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.
Sementara itu, Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Sarolangun, Fitri Permata Sari, memaparkan perkembangan pelaksanaan MBG di daerah tersebut. Ia menjelaskan bahwa pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus memenuhi sejumlah persyaratan, mulai dari jumlah penerima manfaat, jarak layanan, hingga kesiapan badan hukum pengelola.
Menurutnya, satu SPPG dirancang melayani maksimal 2.500 hingga 3.000 penerima manfaat dengan jangkauan wilayah tertentu, serta dioperasikan secara bertahap sesuai prosedur yang berlaku. Penerima manfaat MBG meliputi peserta didik dari PAUD hingga SMA, santri, tenaga pendidik, serta kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Fitri juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 22 SPPG di Sarolangun yang masih dalam tahap persiapan, sementara enam SPPG telah beroperasi di sejumlah kecamatan. Selain itu, pemerintah daerah turut mendukung penyediaan lokasi melalui skema pinjam pakai fasilitas milik Pemkab.
“Secara keseluruhan, potensi penerima manfaat MBG di Sarolangun mencapai lebih dari seratus ribu orang. Jumlah ini masih berpeluang bertambah seiring perluasan cakupan dan penguatan data,” jelasnya.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Sarolangun menegaskan komitmennya untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat di daerah.(IKP-KOMINFO)