img
Program BAAS, Pj Bupati Sarolangun Bachril Bakri Serahkan Bantuan Stunting Bagi 20 Anak Di Kecamatan Sarolangun
  • BOB
  • March 30, 2024
  • Pengunjung (49)

SAROLANGUN - Penjabat Bupati Sarolangun, Dr. Ir. Bachril Bakri, M.App, Sc, kembali melakukan penyerahan bantuan makanan tambahan bagi anak berisiko stunting di wilayah Kecamatan Sarolangun pada Sabtu (30/03/2024), di Aula Kantor Camat Sarolangun.

Bantuan ini disalurkan melalui program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) Keluarga Berisiko Stunting, yang diberikan dalam bentuk telur, susu, beras, dan roti atau disingkat TELUSURI.

Dalam kegiatan tersebut, hadir pula Ketua TP PKK Sarolangun, Ny. Indah Dewi Bachril, Kepala DPPKB Sarolangun, Linda Novita Herawati, SH, MH, jajaran PKK Sarolangun, KABID kesmas Dinkes Sarolangun, Rosalinda, S.KM, Kabid KB DPPKB Sarolangun, Eki Susanti, Camat Sarolangun, Bustra Desman, SE, MM, Ketua PKK Kecamatan Sarolangun, Ny. Ita Bustra Desman, Kepala puskesmas Sarolangun, Adam Syahira, serta masyarakat penerima bantuan stunting.

Camat Sarolangun, Bustra Desman, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Penjabat Bupati Sarolangun beserta Ketua PKK Sarolangun yang turun langsung dalam kegiatan penyerahan bantuan BAAS di wilayah Kecamatan Sarolangun. Dia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan DPPKB Sarolangun dan puskesmas, termasuk pengukuran balita rutin di posyandu dan pendampingan terhadap calon pengantin dan ibu hamil.

Menurut data yang ada, pada bulan Februari 2024 di Kecamatan Sarolangun terdapat sebanyak 44 balita stunting, dengan 36 di wilayah puskesmas Sarolangun dan 8 di wilayah puskesmas Sungai Baung.

Kepala DPPKB Sarolangun menjelaskan bahwa bantuan makanan tambahan anak stunting ini berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang ada di Kabupaten Sarolangun sebagai Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS). Jumlah penerima bantuan mencapai 20 anak stunting.

Ketua PKK Sarolangun, Ny. Indah Dewi Bachril, juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam memberikan asupan gizi yang baik bagi anak-anak berisiko stunting. Dia mengajak kader PKK Kabupaten Sarolangun untuk berperan aktif dalam mensosialisasikan pencegahan dan penanganan stunting agar angka stunting di wilayah tersebut dapat berkurang.

Penjabat Bupati Sarolangun, Bachril Bakri, menjelaskan bahwa penanganan dan pencegahan stunting merupakan salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia. Target prevalensi stunting di Kabupaten Sarolangun untuk tahun 2024 adalah sebesar 11 persen, dengan penurunan dari 21,4 persen menjadi 16,8 persen pada tahun 2022.

Bachril Bakri menegaskan bahwa pencegahan stunting adalah bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas pada tahun 2045, dengan memiliki sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (IKP-KOMINFO)