Pemkab Sarolangun Gelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Tahun 2026, Beras hingga Cabai Diserbu Warga Dijual dengan Harga Terjangkau
SAROLANGUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun menggelar Operasi Gerakan Pangan Murah (GPM) Tahun 2026 di Kompleks Ruko Pertokoan Abadi, Pasar Atas Sarolangun, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Pelaksanaan GPM tersebut juga menjadi bagian dari peringatan Hari Pangan Sedunia Tahun 2026. Sejak pagi, masyarakat tampak antusias mendatangi lokasi kegiatan untuk membeli berbagai komoditas pangan yang disediakan. Kehadiran warga yang memadati area operasi pasar menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga yang lebih bersahabat.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sarolangun, Ir. Muhamad Arief, R.H., M.UM., Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Ir. Dedy Hendry, perwakilan Koramil 0420/Sarko Peltu Maju Situmorang, Kabag SDM Polres Sarolangun AKP Ivan Ripa’i, S.Sos.I., M.Pd., serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sarolangun Baktian Nurmantyo, S.ST., M.E., M.Si, Kasi Datun (Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara) Kejaksaan Negeri Sarolangun Oktarini Prihanti, S.H., M.H

Hadir pula Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sarolangun Efpriyanto, S.Pd., M.Si., Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Riduan, S.STP., M.E., Kepala Dinas Kominfo Sarolangun H.A Waldi, S.IP, S.Sos, M.M, Lurah Pasar Sarolangun Bastiar, S.E., beserta unsur terkait lainnya dan masyarakat yang memanfaatkan kegiatan tersebut.
Gerakan Pangan Murah dilaksanakan melalui teleconference bersama kegiatan GPM serentak Tahun 2026. Momentum ini memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjaga keterjangkauan harga pangan, terutama ketika kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok menjadi perhatian penting dalam menjaga daya beli rumah tangga.

Dalam operasi pasar tersebut, sejumlah komoditas kebutuhan sehari-hari disediakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan data yang dihimpun media di lokasi kegiatan, komoditas yang dijual meliputi beras, cabai, bawang, gula, telur, hingga minyak goreng.
Beras SPHP dijual dengan harga Rp60.000 per kemasan 5 kilogram, sedangkan beras Balumbo Biduk ditawarkan seharga Rp55.000 per 5 kilogram. Untuk komoditas hortikultura, cabai merah dan cabai rawit masing-masing dijual Rp60.000 per kilogram.

Sementara itu, bawang merah dan bawang putih masing-masing dibanderol Rp30.000 per kilogram. Gula kemasan dijual seharga Rp18.500 per kilogram, sedangkan Minyak Kita ditawarkan dengan harga Rp15.500 per liter. Adapun telur dijual seharga Rp50.000 per karpet, sesuai satuan penjualan yang tercatat di lokasi.

Kehadiran beragam komoditas tersebut memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari melalui kegiatan pasar murah yang diselenggarakan pemerintah daerah.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sarolangun dalam rangka menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan sekaligus memperingati Hari Pangan Sedunia Tahun 2026. Agenda tersebut berlangsung pada Rabu, 21 Oktober 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Kios Pangan Sarolangun, Kompleks Ruko Abadi, Pasar Atas Sarolangun. Kegiatan ini juga diisi dengan teleconference Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak Tahun 2026 sebagai bentuk sinergi dalam mendukung keterjangkauan harga pangan, menjaga ketersediaan bahan pokok, serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Di tengah dinamika harga kebutuhan pokok, keberadaan program seperti GPM diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Pelaksanaan kegiatan serupa juga menjadi penting untuk mendukung pemantauan kondisi pasar serta memastikan ketersediaan komoditas pangan bagi masyarakat.

Melalui Gerakan Pangan Murah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sarolangun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan serta memperkuat ketahanan pangan daerah demi menjaga daya beli masyarakat dan mewujudkan kesejahteraan bersama. (IKP-KOMINFO)