img
Bupati Hurmin Resmikan Tugu Timbang Bekati, Tiga Hafiz Al-Qur’an Desa Temenggung Terima Apresiasi
  • BAL
  • September 23, 2026
  • Pengunjung (55)

SAROLANGUN – Bupati Sarolangun H. Hurmin menghadiri tabligh akbar sekaligus meresmikan Tugu Timbang Bekati di Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Selasa (23/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Temenggung. Selain peresmian tugu sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya masyarakat setempat, acara juga dirangkai dengan pemberian penghargaan kepada tiga putra-putri desa yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati H. Hurmin memberikan apresiasi atas capaian para hafiz dan hafizah sekaligus mendorong masyarakat untuk terus membangun lingkungan yang mendukung pendidikan agama bagi generasi muda.

Menurut Hurmin, tradisi keagamaan dan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat memiliki nilai penting untuk terus dipertahankan. Tradisi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai moral dan keagamaan kepada generasi penerus.

“Tradisi dan kegiatan keagamaan seperti ini harus terus kita jaga dan lestarikan. Ini merupakan warisan yang sangat berharga untuk anak cucu kita,” ujar Hurmin.

Ia mengapresiasi Pemerintah Desa Temenggung, perangkat desa, panitia, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang telah bergotong royong menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Bupati menilai keberhasilan tiga anak Desa Temenggung menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz merupakan capaian yang patut mendapat perhatian sekaligus menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya.

Hurmin berharap prestasi tersebut menjadi awal bagi lahirnya lebih banyak hafiz dan hafizah dari Desa Temenggung maupun wilayah lain di Kabupaten Sarolangun.

“Semoga ke depan semakin banyak anak-anak kita yang mencintai dan menghafal Al-Qur’an. Kita ingin generasi Sarolangun tumbuh dengan ilmu pengetahuan sekaligus memiliki akhlak yang baik,” katanya.

Apresiasi terhadap para penghafal Al-Qur’an juga diberikan Pemerintah Desa Temenggung. Masing-masing dari tiga hafiz dan hafizah yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz mendapatkan seekor kerbau sebagai bentuk penghargaan.

Kepala Desa Temenggung, Supriadi, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an dari desa mereka.

Ia menjelaskan, selama puluhan tahun berdirinya Desa Temenggung, belum pernah ada putra-putri desa yang tercatat menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz. Karena itu, keberhasilan tiga anak tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat.

Dana pemberian penghargaan tersebut bersumber dari hasil pengelolaan lahan sawit Tanah Kas Desa (TKD) Temenggung.

“Pemberian ini bukan semata-mata penghargaan, tetapi menjadi motivasi agar ke depan semakin banyak anak-anak Desa Temenggung yang menjadi hafiz dan hafizah,” ujar Supriadi.

Selain penghargaan bagi tiga hafiz dan hafizah, Pemerintah Desa Temenggung juga memberikan apresiasi kepada anak-anak yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an sebanyak 13, 16 hingga 19 juz, sementara sebagian lainnya masih melanjutkan proses hafalan.

Bupati H. Hurmin turut memberikan bantuan pribadi berupa uang tunai kepada para hafiz serta anak-anak yang telah menyelesaikan khatam Al-Qur’an.

Di sela kegiatan tersebut, Bupati Sarolangun juga meresmikan Tugu Timbang Bekati yang berada di Desa Temenggung.

Peresmian tugu tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam menjaga keberadaan simbol budaya dan sejarah lokal agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.

Bupati menilai pelestarian budaya daerah perlu berjalan beriringan dengan pembangunan. Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya diukur melalui pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga identitas, nilai adat, tradisi dan kehidupan keagamaan.

Kegiatan tabligh akbar dan peresmian tersebut turut menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat Desa Temenggung.

Sementara itu, Kepala Desa Temenggung Supriadi menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Sarolangun beserta seluruh undangan. Ia mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana berkat gotong royong dan dukungan masyarakat.

Ia juga menyampaikan bahwa masa jabatannya sebagai kepala desa akan berakhir pada 26 September 2026 setelah delapan tahun memimpin Desa Temenggung.

Supriadi berpesan agar masyarakat terus menjaga tradisi keagamaan dan budaya yang telah tumbuh di desa tersebut serta memberikan ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk berkembang.

Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana kegiatan keagamaan, pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan dalam kehidupan masyarakat Desa Temenggung.(IKP-KOMINFO)

💝 Berikan Rating Kepuasan Anda