img
Bupati Hurmin Kukuhkan Saka Bhayangkara Sarolangun, Generasi Muda Didorong Jadi Benteng Moral
  • BAL
  • August 06, 2026
  • Pengunjung (100)

SAROLANGUN – Bupati Sarolangun H. Hurmin, S.E., mengukuhkan Majelis Pembimbing dan Pimpinan Satuan Karya (Saka) Pramuka Bhayangkara Tingkat Cabang Sarolangun masa bakti 2026–2031 di Aula Polres Sarolangun, Kamis (6/8/2026).

Pengukuhan tersebut menjadi momentum untuk kembali memperkuat peran Saka Bhayangkara sebagai wadah pembinaan generasi muda, khususnya dalam membangun karakter, kedisiplinan, kesadaran hukum, semangat kebangsaan serta kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

Bupati Sarolangun H. Hurmin hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Sarolangun. Sementara pengukuhan jajaran pimpinan Saka Bhayangkara dilakukan oleh Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sarolangun.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.I.K., M.H., selaku Ketua Majelis Pembimbing Saka Bhayangkara, jajaran Polres Sarolangun, pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Sarolangun, serta unsur terkait lainnya.

Rangkaian acara berlangsung khidmat. Kegiatan diawali dengan kedatangan tamu kehormatan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mengheningkan cipta. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan, pengambilan sumpah Trisatya, pembacaan ikrar, penandatanganan berita acara serta penyematan tanda jabatan.

Dalam sambutannya, Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah menegaskan bahwa kepengurusan Saka Bhayangkara yang baru dikukuhkan membawa amanah besar. Menurutnya, keberadaan Saka Bhayangkara harus mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda.

Ancaman narkoba, kenakalan remaja, balap liar, penyebaran hoaks hingga kemerosotan moral, kata Kapolres, membutuhkan keterlibatan generasi muda yang memiliki karakter kuat dan kepedulian terhadap lingkungan.

Karena itu, Saka Bhayangkara diharapkan tidak berhenti sebagai organisasi seremonial, tetapi mampu menghadirkan kegiatan yang nyata dan berdampak bagi masyarakat.

Kapolres memberikan sejumlah arahan kepada pengurus baru, antara lain menyusun program yang berkaitan dengan keamanan lingkungan, pencegahan narkoba dan penangkalan berita bohong, memperkuat kesadaran hukum serta meningkatkan keterampilan anggota di bidang ketertiban masyarakat, lalu lintas, kebencanaan dan penanganan kejadian di lapangan.

Saka Bhayangkara juga didorong menjadi mitra aktif Polri di tengah masyarakat, termasuk membantu edukasi hukum, keselamatan berlalu lintas dan menyampaikan pesan-pesan positif melalui media sosial.

“Jadilah pelopor keselamatan berkendara, agen kedamaian di media sosial dan mitra Polri di lingkungan masing-masing,” pesan Kapolres.

Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Sarolangun M. Padlan Arafiqi mengapresiasi Polres Sarolangun yang kembali memperkuat keberadaan Saka Bhayangkara.

Ia mengingatkan bahwa Saka Bhayangkara memiliki sejarah panjang dalam pembinaan generasi muda di Sarolangun. Karena itu, momentum pengukuhan kepengurusan periode 2026–2031 diharapkan menjadi titik kebangkitan untuk melahirkan lebih banyak kader Pramuka yang aktif dan berkarakter.

Ia juga menekankan pentingnya memegang prinsip 3A, yakni Anti Narkoba, Anti Radikalisme dan Anti Kekerasan.

Menurutnya, tiga nilai tersebut harus menjadi pegangan anggota Saka Bhayangkara dalam menjalankan aktivitas organisasi maupun kehidupan sehari-hari.

Bupati Sarolangun H. Hurmin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dikukuhkan. Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia.

Generasi muda yang memiliki karakter, integritas, kedisiplinan dan wawasan kebangsaan, menurut Bupati, merupakan modal penting bagi keberlanjutan pembangunan Kabupaten Sarolangun.

Dalam konteks tersebut, Saka Bhayangkara dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi ruang pembinaan generasi muda untuk memahami aturan, kepatuhan terhadap hukum, kepedulian sosial serta pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Bupati juga mengingatkan agar generasi muda tidak lengah terhadap penyebaran paham radikalisme yang dapat masuk melalui berbagai saluran, termasuk perkembangan teknologi dan media sosial.

“Paham radikalisme tidak lahir begitu saja, melainkan dapat menyasar generasi muda melalui berbagai media. Karena itu, pembinaan karakter, pendidikan kebangsaan dan penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Bupati turut mengajak pengurus dan anggota Saka Bhayangkara untuk menjadi generasi yang mampu menyaring informasi, menolak provokasi serta menjaga persatuan dan nasionalisme.

Pengukuhan kepengurusan Saka Bhayangkara periode 2026–2031 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pergantian kepengurusan. Lebih jauh, momentum tersebut menjadi awal untuk melahirkan program-program pembinaan yang menyentuh langsung kebutuhan generasi muda dan masyarakat.

Kolaborasi antara Gerakan Pramuka, Polri dan Pemerintah Kabupaten Sarolangun diharapkan semakin kuat dalam menciptakan generasi muda yang disiplin, tangguh, sadar hukum, berkarakter serta mampu menjadi teladan di lingkungannya.

Dengan semangat tersebut, Saka Bhayangkara Sarolangun diharapkan semakin hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari kekuatan bersama dalam menciptakan Kabupaten Sarolangun yang aman, tertib, berkarakter dan berdaya saing.(IKP-KOMINFO)

💝 Berikan Rating Kepuasan Anda