img
Bupati Hurmin Buka KONI Cup Series 2 Taekwondo, 151 Atlet Adu Prestasi di Sarolangun Tahun 2026
  • BAL
  • August 22, 2026
  • Pengunjung (81)

SAROLANGUN — Semangat pembinaan olahraga dan pencarian bibit atlet berprestasi terus digelorakan di Kabupaten Sarolangun. Sebanyak 151 atlet taekwondo dari 13 klub ambil bagian dalam KONI Cup Series 2 Taekwondo Championship Tahun 2026 yang digelar di Tennis Indoor, Gelora Sport Center Sarolangun, Sabtu (22/8/2026).

Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, 22–23 Agustus 2026, tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Sarolangun H. Hurmin. Ajang ini mempertemukan atlet-atlet taekwondo dari Sarolangun dan sejumlah daerah lainnya, termasuk Pengcab PTI kabupaten/kota se-Provinsi Jambi serta Pengcab PTI Kabupaten Musi Rawas Utara.

Hadir dalam pembukaan, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Sarolangun Suryadi, S.Pt., Ketua KONI Sarolangun Arsadt Abdullah, S.H., M.Kn., Ketua Pengcab Persatuan Taekwondo Indonesia (PTI) Sarolangun Aryanto, S.E., Kabid Olahraga Abi Mas’ud, M.Pd.I., para pelatih, dewan juri, atlet serta masyarakat.

Suasana pembukaan berlangsung semarak. Para atlet dari 13 klub mengikuti defile kontingen sebelum memasuki arena pertandingan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Sarolangun, kejuaraan tersebut bukan sekadar agenda kompetisi. Lebih jauh, turnamen menjadi ruang untuk mengasah kemampuan atlet sekaligus membangun mental generasi muda melalui olahraga.

Bupati Hurmin mengapresiasi KONI Sarolangun, Pengcab PTI Sarolangun, panitia, para pelatih, orang tua atlet dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kompetisi tersebut.

Menurutnya, olahraga harus ditempatkan sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia. Kompetisi seperti taekwondo dapat menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk mengembangkan potensi sekaligus membentuk karakter. “Ini bukan hanya ajang kompetisi untuk memperebutkan medali atau gelar, tetapi juga menjadi sarana pembinaan, pengembangan bakat serta pembentukan karakter generasi muda,” ujar Hurmin.

Ia menilai nilai-nilai yang terkandung dalam taekwondo sangat relevan dengan pembentukan karakter generasi muda. Selain mengasah kekuatan dan ketangkasan, olahraga bela diri tersebut mengajarkan disiplin, pengendalian diri, ketekunan, keberanian dan semangat pantang menyerah.

Karena itu, Hurmin berharap para atlet tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi menjadikan setiap pertandingan sebagai proses untuk belajar dan berkembang.

“Melalui olahraga, generasi muda belajar menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, pantang menyerah, bertanggung jawab serta mampu menjunjung tinggi sportivitas,” katanya.

Ketua Pengcab PTI Sarolangun Aryanto mengatakan, KONI Cup Series 2 Taekwondo Championship diikuti 151 atlet yang tergabung dalam 13 klub.

Para atlet diberikan kesempatan untuk mengukur kemampuan, menambah jam terbang dan merasakan atmosfer pertandingan secara langsung.

Aryanto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sarolangun, KONI, Disparpora, para pelatih dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kejuaraan.

Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sangat berarti bagi perkembangan taekwondo di Sarolangun.

Ia bahkan mengungkapkan rencana untuk menggelar kompetisi dengan skala yang lebih besar pada 2027. “Tahun 2027 kami akan melaksanakan event yang lebih besar lagi. Karena itu, kami tentu berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sarolangun,” ujarnya.

Harapan tersebut sejalan dengan semangat KONI Sarolangun untuk memperluas ruang kompetisi bagi atlet-atlet muda sekaligus menciptakan regenerasi atlet yang berkelanjutan.

Di hadapan para atlet, pelatih dan seluruh peserta, Bupati Hurmin secara resmi membuka KONI Cup Series 2 Taekwondo Championship Tahun 2026. “Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Kejuaraan KONI Cup Series 2 Taekwondo Championship Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” kata Hurmin.

Usai membuka kejuaraan, Bupati bersama Kadisparpora Suryadi, Ketua KONI Sarolangun Arsadt Abdullah dan Ketua Pengcab PTI Sarolangun Aryanto menyapa para atlet yang mengikuti defile kontingen.

Pertandingan kemudian dimulai. Para atlet tampil dengan kemampuan terbaiknya di atas matras, membawa nama klub masing-masing sekaligus memburu prestasi dalam kompetisi tersebut.

Bagi Sarolangun, geliat kompetisi taekwondo ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang lebih kuat—dari pembinaan atlet usia muda, peningkatan kualitas pelatih, hingga penyelenggaraan kompetisi yang memberi pengalaman bertanding.

Sebab, prestasi tidak lahir dalam satu pertandingan. Ia tumbuh dari latihan, disiplin, keberanian untuk bertanding dan kemauan untuk terus belajar. (IKP-KOMINFO)

💝 Berikan Rating Kepuasan Anda