img
Tarian Mangku Berentak, Tradisi Warga Desa Bathin Pengambang Menari di Tengah Sawah
  • RON
  • July 22, 2023
  • Pengunjung (338)
Tribunjambi/Solehan Syaf Tribunjambi/Solehan Syaf

 

Tarian Mangku Berentak atau yang diartikan sebagai tarian yang tercipta dari cara mengolah.

Digelar oleh warga desa eks Bathin Pengambang Kecamatan Batang Asai Kabupaten Sarolangun. Masyarakat Desa Bathin Pengambang turun ke sawah sambil menari mangku berentak sebagai  wujud syukur di masa awal tanam padi. Bahkan dalam ritualnya kali ini, hadir langsung di tengah-tengah masyarakat setempat, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Sarolangun, Saipullah. Dia menyampaikan, tarian mangku berentak mengandung artian menyangkul sawah secara serentak. Hal ini menjadi budaya yang hampir punah di berbagai daerah, sehingga saat ini perlu kembali dihidupkan untuk terus dipertahankan. 

Masyakarat Desa Batin Pengambang hingga saat ini terus berusaha mempertahankan berbagai macam tradisi lama. Satu di antaranya yaitu tarian Mangku Berentak, yang dilakukan saat mengolah tanah sawah sebelum masa tanam padi.

Tarian ini, biasa dilakukan masyarakat berjumlah belasan orang, dengan menggunakan cangkul untuk mengitari area sawah sambil bernyanyi.

Satu di antaranya petani padi Yusnitawati mengatakan, tarian Mangku Berentak dilakukan sembari mencangkul dan menginjak atau membalikkan tanah yang telah dicangkul.

"Ini tradisi lama, ketika melakukan tarian Mangku Berentak maka rasa lelah saat bekerja di sawah tidak terasa," kata Yusnitawati beberapa waktu lalu.

Yusnitawati menjelaskan, hampir seluruh sawah yang berada di Margo Batin Pengambang menerapkan tarian Mangku Berentak dengan diikuti para pemilik sawah.

"Semua sawah disini dikerjakan bersama-sama, misalkan hari ini kami mengerjakan sawah milik ibu Rini, maka besoknya kami mengerjakan sawah ibu Ani, inilah tradisi Margo Batin Pengambang," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Sarolangun Saipullah mengatakan tarian mangku berentak mengandung artian menyangkul sawah secara serentak. 

"Kita bersama-sama untuk mengingatkan tradisi dan budaya lama, yang perlu kita budayakan. Makanya kita membuat even Mangku Berentak ini, menjadi budaya yang hampir punah. Disini masih ada dan akan terus kita pertahankan," kata Saifullah.

Perlu diketahui, tarian Mangku Berentak kali ini termasuk dalam Festival Jelajah Kesenian Mangku Berentak yang digelar di Desa Batin Pengambang.

Sumber : Tribun Jambi, JambiTv