img
Pencegahan Stunting sebagai Upaya Mewujudkan Generasi Sehat dan Berkualitas
  • MI2
  • January 13, 2026
  • Pengunjung (60)

Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Kondisi ini ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dibandingkan standar usianya dan berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia.

Stunting tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berdampak pada perkembangan kognitif, kemampuan belajar, serta produktivitas di masa depan. Anak yang mengalami stunting berisiko memiliki tingkat kecerdasan yang lebih rendah, mudah terserang penyakit, serta memiliki peluang ekonomi yang lebih kecil saat dewasa. Oleh karena itu, stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah pembangunan manusia dan sosial ekonomi.

Penyebab stunting bersifat kompleks dan saling berkaitan. Faktor utama meliputi kurangnya asupan gizi pada ibu hamil dan anak, pola asuh yang tidak optimal, terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan, sanitasi dan air bersih yang belum memadai, serta rendahnya pengetahuan keluarga mengenai gizi seimbang. Selain itu, faktor sosial dan ekonomi juga turut memengaruhi risiko terjadinya stunting pada anak.

Upaya pencegahan stunting harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan. Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu memperkuat intervensi gizi spesifik dan sensitif, seperti pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, MP-ASI bergizi, pemantauan tumbuh kembang balita, imunisasi, serta peningkatan akses terhadap air bersih dan sanitasi layak. Edukasi kepada keluarga, khususnya calon pengantin, ibu hamil, dan orang tua balita, juga menjadi langkah penting dalam mencegah stunting sejak dini.

Peran pemerintah daerah sangat strategis dalam percepatan penurunan stunting melalui penguatan layanan kesehatan dasar, optimalisasi peran posyandu, pendampingan keluarga berisiko stunting, serta kolaborasi lintas sektor. Dengan keterlibatan aktif masyarakat dan dukungan seluruh pihak, upaya pencegahan stunting diharapkan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Pencegahan stunting merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah dan bangsa. Melalui upaya bersama yang terencana dan berkesinambungan, diharapkan dapat terwujud generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.

 

Sumber Referensi

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting.

  2. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Pedoman Pencegahan dan Penurunan Stunting.

  3. World Health Organization (WHO). Stunting in Children: Causes, Consequences, and Prevention.

  4. UNICEF. Improving Child Nutrition: The Achievable Imperative for Global Progress.

  5.  

💝 Berikan Rating Kepuasan Anda