img
Wakil Bupati SIDAK dan Pantau Pasar Jelang Idul Adha, Pemkab Sarolangun Pastikan Pasokan Aman dan Harga Terkendali
  • BAL
  • May 26, 2026
  • Pengunjung (69)

SAROLANGUN — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Sarolangun mulai mengintensifkan pengawasan terhadap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional. Wakil Bupati Sarolangun, Gerry Trisatwika, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik di Pasar Atas Sarolangun pada Selasa Pagi (26/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati didampingi jajaran Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM serta sejumlah instansi terkait. Sidak dilakukan untuk memastikan distribusi kebutuhan pokok tetap berjalan lancar dan masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh bahan pangan menjelang meningkatnya konsumsi saat Idul Adha.

Di sela peninjauan, Gerry terlihat berdialog langsung dengan pedagang maupun pembeli guna memperoleh gambaran riil mengenai kondisi pasar. Ia memeriksa perkembangan harga sejumlah komoditas strategis, mulai dari beras, minyak goreng, telur, hingga komoditas protein hewani seperti daging sapi dan ayam.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, Pemerintah Kabupaten Sarolangun menilai kondisi pasar masih relatif stabil. Ketersediaan barang kebutuhan pokok disebut mencukupi dan belum ditemukan indikasi kelangkaan yang dapat memicu gejolak harga secara signifikan.

“Secara umum kondisi pasar masih terkendali. Memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, terutama pada daging ayam, daging sapi, dan kerbau, tetapi kenaikannya masih dalam batas wajar dan belum mengkhawatirkan,” ujar Gerry kepada awak media usai sidak.

Ia menjelaskan, meningkatnya harga komoditas daging merupakan fenomena yang lazim terjadi menjelang Idul Adha karena permintaan masyarakat cenderung melonjak. Meski demikian, pemerintah daerah memastikan akan terus memantau pergerakan harga agar tidak membebani masyarakat.

Menurutnya, fokus utama pemerintah saat ini bukan hanya menjaga kestabilan harga, tetapi juga memastikan rantai distribusi tetap lancar sehingga pasokan kebutuhan pokok tersedia hingga hari raya tiba.

“Kami ingin memastikan stok pangan aman dan masyarakat tidak perlu panik. Pemerintah akan terus berkoordinasi dengan distributor dan pedagang agar keseimbangan pasokan serta harga tetap terjaga,” katanya.

Selain persoalan harga dan stok pangan, sidak tersebut juga dimanfaatkan pemerintah daerah untuk mengevaluasi kondisi tata kelola pasar. Wakil Bupati menyoroti masih banyaknya pedagang yang berjualan di bahu jalan sehingga mengganggu arus lalu lintas dan mengurangi kenyamanan pengunjung pasar.

Kawasan depan Kios menjadi salah satu titik perhatian pemerintah karena aktivitas perdagangan dinilai mulai meluber hingga ke badan jalan. Kondisi itu, menurut Gerry, memerlukan langkah penataan yang lebih serius dan terukur.

Pemerintah Kabupaten Sarolangun, lanjutnya, tengah menyiapkan sejumlah skema penataan ulang pasar, termasuk kemungkinan relokasi pedagang ke area yang lebih representatif dan tertib. Penataan juga akan mencakup perbaikan fasilitas fisik pasar serta infrastruktur pendukung lainnya.

“Kita ingin pasar ini menjadi lebih tertata, bersih, nyaman, dan aman. Jika ada fasilitas yang rusak atau kurang layak, tentu akan kita benahi secara bertahap,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembenahan pasar menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat aktivitas ekonomi rakyat sekaligus menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih manusiawi bagi pedagang maupun konsumen.

Hasil sidak tersebut, kata Gerry, akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah dalam menentukan langkah lanjutan, baik terkait pengendalian harga pangan maupun penataan kawasan pasar menjelang dan pasca-Idul Adha.

Dengan pengawasan yang terus dilakukan, Pemerintah Kabupaten Sarolangun berharap masyarakat dapat menjalani momentum Hari Raya Idul Adha dengan tenang tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap ketersediaan maupun lonjakan harga kebutuhan pokok.(IKP-KOMINFO)

💝 Berikan Rating Kepuasan Anda