img
LAM Kabupaten Sarolangun Raih Terbaik Kedua Pada Momentum Hari Adat Melayu Jambi di Tahun Baru Islam 1448H
  • BAL
  • June 16, 2026
  • Pengunjung (163)

SAROLANGUN— Peringatan Hari Adat Melayu Jambi sekaligus Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi momentum penting memperkuat eksistensi dan peran lembaga adat dalam pembangunan daerah di Provinsi Jambi. Kegiatan ini berlangsung di Balaiurung Sari Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi (16/06/2026) dengan mengangkat tema "Hijrah Adat, Kembali ke Jati Diri dan Teguh Menjaga Marwah".

Acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., Ketua LAM Provinsi Jambi Datuk Drs. H. Hasan Basri Agus, M.M (Datuk Temenggung Putro Joyo Diningrat)., Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jambi Dr. KH. M. Umar Yusuf, M.HI., para ketua lembaga adat kabupaten/kota se-Provinsi Jambi, bupati, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, serta tamu undangan lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua LAM Jambi Kabupaten Sarolangun Helmi, S.H., M.H. hadir mewakili Kabupaten Sarolangun sekaligus mengikuti rangkaian agenda penguatan kelembagaan adat dan apresiasi kinerja lembaga adat.

Acara diawali dengan sambutan Ketua Hasan Basri Agus selaku Ketua LAM Provinsi Jambi. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah terhadap keberlangsungan dan peningkatan kapasitas lembaga adat di seluruh kabupaten dan kota.

Menurutnya, dukungan melalui penganggaran kegiatan lembaga adat menjadi langkah strategis agar LAM di daerah dapat menjalankan fungsi pelestarian budaya, pembinaan masyarakat adat, serta mendukung pembangunan daerah secara lebih optimal.

Sementara itu, Gubernur Al Haris dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga adat dengan instansi terkait dalam menjaga identitas budaya daerah.

Gubernur mendorong penyusunan muatan lokal (mulok) pendidikan dasar berbasis adat, penerbitan kamus bahasa daerah Jambi, hingga gagasan pembangunan Tugu Adat di Bukit Siguntang, Kabupaten Tebo yang nantinya akan melalui kajian teknis lebih lanjut.

Perayaan pada 2026 ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan dan himbauan, meliputi: Penggunaan Busana Adat: Seluruh ASN, Non-ASN, dan pelajar diimbau mengenakan busana adat Melayu Jambi (Baju Kurung bagi perempuan dan Teluk Belango bagi laki-laki)., Aksi Sosial: Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi mengadakan kegiatan kemanusiaan seperti pembagian 1.000 paket sembako, donor darah, dan pengobatan gratis. Lomba Seni & Budaya: Rangkaian acara juga diisi dengan perlombaan penilaian kinerja LAM kabupaten/kota, serta lomba menyanyikan lagu Melayu Jambi tingkat SLTA

Selain dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Jambi, kegiatan tersebut juga mempertemukan para tokoh adat, para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi sebagai bentuk konsolidasi memperkuat nilai-nilai adat di tengah dinamika pembangunan.

Pada kesempatan yang sama, LAM Jambi Kabupaten Sarolangun mencatat prestasi membanggakan dengan meraih Peringkat Terbaik Kedua dalam Lomba Apresiasi Kinerja LAM se-Provinsi Jambi. Penghargaan berupa piala dan sertifikat diserahkan langsung dalam rangkaian peringatan tersebut.

Capaian tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kinerja, konsistensi, serta kontribusi LAM Jambi Kabupaten Sarolangun dalam menjaga nilai-nilai adat dan memperkuat peran kelembagaan adat di tingkat daerah.

Adapun peringkat pertama diraih oleh LAM Jambi Kota, sedangkan peringkat ketiga diraih oleh LAM Jambi Kabupaten Tebo.

Prestasi ini diharapkan menjadi energi baru bagi LAM Jambi Kabupaten Sarolangun untuk terus menghadirkan program yang adaptif, memperkuat pelestarian budaya, serta menjadikan adat sebagai salah satu fondasi pembangunan daerah yang berkarakter dan berkelanjutan.(IKP-KOMINFO)

💝 Berikan Rating Kepuasan Anda