Bupati Sarolangun Turun Langsung Bersama Gubernur Jambi Padamkan Karhutla di Area HGU PT Bahana Karya Semesta
SAROLANGUN — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sarolangun mendapat perhatian serius Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Sarolangun. Gubernur Jambi Al Haris bersama Bupati Sarolangun H. Hurmin turun langsung meninjau sekaligus membantu proses pemadaman kebakaran di area HGU PT Bahana Karya Semesta, Desa Lubuk Kepayang, Kecamatan Air Hitam, Selasa (25/8/2026).
Keduanya bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tim gabungan mendatangi sejumlah titik hotspot yang berada di kawasan perusahaan. Setibanya di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB, rombongan langsung bergerak menuju Blok G48, G49 dan G50 Divisi SMTA untuk melihat kondisi lahan sekaligus memastikan proses pemadaman berjalan optimal.

Kebakaran terjadi di kawasan lahan gambut dengan luasan terdampak diperkirakan sekitar lima hektare. Kondisi lahan gambut yang mudah terbakar dan menyimpan bara di bawah permukaan membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan ekstra serta pendinginan secara menyeluruh.
Gubernur Al Haris dan Bupati Hurmin tidak hanya melakukan pemantauan dari lokasi aman. Keduanya ikut turun bersama personel gabungan untuk membantu proses pemadaman dan memastikan titik api benar-benar dapat dikendalikan.
Sejumlah peralatan dikerahkan dalam operasi tersebut. Tim gabungan menggunakan enam unit mesin pompa bertekanan, 37 gulung selang berukuran 1,5 inci, tujuh gulung selang dua inci, enam unit nozzle, dua unit excavator, dua unit mobil pemadam serta satu unit tangki trailer.
Hingga peninjauan dilakukan, penyebab kebakaran masih dalam proses identifikasi dan pendalaman oleh pihak terkait.
Dalam penanganan tersebut, kekuatan gabungan melibatkan BPBD, pemadam kebakaran, TNI, Polri, Manggala Agni, personel perusahaan serta unsur masyarakat.
Turut mendampingi Gubernur Jambi dan Bupati Sarolangun antara lain Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, Dandim 0420/Sarko Letkol Inf Yakya Wisnu Arianto, Kalaksa BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah, Kalaksa BPBD Sarolangun Solahuddin Nopri, Kepala Kesbangpol Sarolangun Hudri, RJ 2 Sinarmas Jambi Fahrizal, Camat Air Hitam Fathur Rahman serta Kapolsek Air Hitam AKP R. Manullang.
Bupati Sarolangun H. Hurmin menegaskan pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait akan terus memperkuat penanganan karhutla. Selain pemadaman, langkah pencegahan dan sosialisasi kepada masyarakat juga akan ditingkatkan, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi. “Kami terus berupaya memaksimalkan penanganan karhutla di Kabupaten Sarolangun. Tim gabungan dari BPBD, Damkar, TNI, Polri dan masyarakat terus bergerak cepat melakukan pemadaman sekaligus pendinginan,” ujar Hurmin.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta tidak membuang benda atau sumber api sembarangan, khususnya di kawasan yang kondisi lahannya kering.
Menurut Hurmin, pengawasan akan terus dilakukan bersama aparat penegak hukum. Langkah tegas juga akan diambil apabila ditemukan pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan.
“Semoga ke depan kita dapat terhindar dari bencana kebakaran hutan dan lahan ini,” katanya.

Gubernur Jambi Al Haris meminta seluruh pihak tidak menganggap remeh keberadaan titik-titik api yang masih ditemukan. Menurutnya, pemadaman harus dilakukan hingga tuntas dan dilanjutkan dengan pendinginan untuk mencegah munculnya kembali api.
Ia juga meminta pemerintah daerah, perusahaan, aparat keamanan dan masyarakat memperkuat koordinasi dalam memantau kawasan yang rawan karhutla.
“Kita harus segera memadamkan titik-titik api yang masih ada dan melakukan pendinginan secara menyeluruh agar tidak kembali terbakar,” tegas Al Haris.

Selain penanganan di lapangan, kata dia, penyebab kebakaran juga harus ditelusuri secara serius. Hal itu penting untuk memastikan langkah pencegahan dapat dilakukan secara tepat.
“Harus dicari tahu penyebab pastinya, apakah karena faktor cuaca, kelalaian manusia atau aktivitas pembakaran lahan yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Al Haris juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan api untuk membuka lahan maupun mempersiapkan area pertanian. Kebiasaan tersebut dinilai berisiko memicu kebakaran yang lebih luas, terutama ketika kondisi cuaca dan lahan mendukung penyebaran api.

Selain mengancam lingkungan, karhutla juga berpotensi menimbulkan kabut asap yang dapat mengganggu kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
“Mari kita jaga bumi kita bersama, karena kerugian akibat kebakaran hutan dan lahan ini dirasakan oleh kita semua,” kata Al Haris.
Kepedulian terhadap dampak karhutla juga ditunjukkan dengan pembagian masker kepada masyarakat dan karyawan yang berada di sekitar lokasi kebakaran.
Gubernur Al Haris dan Bupati Hurmin secara langsung menyerahkan masker sebagai bagian dari upaya perlindungan masyarakat dari potensi paparan asap akibat kebakaran.
Penanganan karhutla di Sarolangun pun terus berlanjut. Pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait memastikan pemadaman, pendinginan, pemantauan hotspot, hingga langkah pencegahan dilakukan secara terpadu.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menekan risiko karhutla sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat di Kabupaten Sarolangun maupun Provinsi Jambi.(IKP-KOMINFO)