img
Bupati Sarolangun Resmi Buka Sensus Ekonomi 2026, Tekankan Pentingnya Data Akurat dan Berkualitas untuk Pembangunan Daerah
  • BAL
  • June 17, 2026
  • Pengunjung (151)

SAROLANGUN – Pemerintah Kabupaten Sarolangun bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sarolangun secara resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 melalui kegiatan pembukaan dan sosialisasi yang berlangsung di Ruang Pola Utama Kantor Bupati Sarolangun, Rabu Siang (17/6/2026). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Sarolangun, H. Hurmin, serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pemerintah daerah, aparat keamanan, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai elemen masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danramil 0420 Sarolangun Mayor Inf Abdul Aziz, Kabag Ren Polres Sarolangun AKP Jhon Riahman Sinaga, S.E., M.M., Kepala Kejaksaan Negeri Sarolangun Taufik, S.H., M.H., Kepala BPS Kabupaten Sarolangun Baktian Nurmantyo, S.ST., M.E., Sekretaris Daerah Kabupaten Sarolangun Ir. Muhamad Arief, RH.MUM, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat se-Kabupaten Sarolangun, aparatur sipil negara, petugas sensus ekonomi, insan pers, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati H. Hurmin menyampaikan apresiasi kepada BPS Kabupaten Sarolangun atas pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dinilai sebagai agenda strategis nasional sekaligus instrumen penting dalam pembangunan daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sarolangun, saya menyampaikan apresiasi kepada Badan Pusat Statistik Kabupaten Sarolangun yang akan melaksanakan Sensus Ekonomi Tahun 2026. Kegiatan ini sangat penting dan strategis karena bertujuan menyediakan data dasar seluruh aktivitas ekonomi, mulai dari kondisi pelaku usaha, struktur ekonomi daerah, karakteristik usaha digital hingga berbagai informasi penting lainnya,” ujar Bupati.

Menurutnya, sensus ekonomi yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali tersebut memiliki peran vital dalam menghasilkan data yang akurat dan komprehensif mengenai kondisi perekonomian daerah. Data tersebut akan menjadi landasan utama dalam menyusun arah kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

“Bagi Kabupaten Sarolangun, data ini sangat penting karena kita membutuhkan data yang benar, lengkap, dan mencerminkan kondisi riil di lapangan. Tanpa data yang akurat, arah pembangunan ekonomi akan sulit ditentukan secara tepat,” tegasnya.

Bupati menjelaskan bahwa pemerintah daerah perlu mengetahui secara detail sektor usaha yang berkembang, sektor yang memerlukan penguatan, hingga sektor yang membutuhkan perhatian khusus agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Dukungan tersebut mencakup partisipasi aktif perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, pelaku UMKM, koperasi, perusahaan, lembaga keuangan, organisasi masyarakat hingga seluruh lapisan masyarakat.

“Kami mengharapkan seluruh pihak memberikan informasi yang benar, jujur, lengkap, dan apa adanya kepada petugas sensus. Data yang disampaikan dengan benar akan membantu kita memperoleh gambaran utuh pembangunan ekonomi Kabupaten Sarolangun sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih akurat dan berpihak kepada kebutuhan masyarakat,” katanya.

Bupati juga berpesan kepada para petugas sensus agar menjalankan tugas secara profesional, sopan, teliti, serta penuh tanggung jawab selama proses pendataan berlangsung.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Sarolangun, Baktian Nurmantyo, S.ST., M.E., dalam sambutannya menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan nasional yang memiliki arti penting dalam memotret kondisi ekonomi daerah secara menyeluruh.

Ia menjelaskan bahwa sensus ekonomi yang dilaksanakan tahun ini merupakan pelaksanaan kelima sejak pertama kali digelar pada tahun 1986. Kegiatan tersebut dilakukan setiap satu dekade untuk mendata seluruh aktivitas usaha di Indonesia, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga perusahaan berskala besar.

“Sensus Ekonomi bertujuan mendata dan mencatat seluruh usaha serta aktivitas perekonomian yang ada di wilayah kita. Data ini merupakan gambaran nyata kondisi ekonomi Sarolangun yang akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi ke depan,” ungkap Baktian.

Menurutnya, BPS Sarolangun telah melakukan berbagai persiapan secara matang sebelum pelaksanaan sensus. Sebanyak 279 petugas pencacah telah mengikuti pelatihan teknis secara daring maupun luring guna memastikan keseragaman pemahaman dan kualitas pendataan.

Petugas tersebut nantinya akan turun langsung ke lapangan untuk mendata rumah tangga usaha dan berbagai unit usaha lainnya di seluruh wilayah Kabupaten Sarolangun. Pendataan dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Dalam kesempatan itu, Baktian juga menegaskan bahwa seluruh data yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Data yang disajikan kepada publik nantinya hanya dalam bentuk agregat dan tidak menampilkan identitas individu maupun perusahaan.

“Prinsip kami adalah data digunakan untuk perencanaan pembangunan, bukan untuk kepentingan lainnya. Keberhasilan Sensus Ekonomi sangat bergantung pada sistem yang baik dan kolaborasi yang kuat dari seluruh elemen masyarakat,” jelasnya.

Ia juga meminta dukungan pemerintah daerah hingga tingkat desa agar seluruh pelaku usaha dapat terdata secara lengkap tanpa ada yang terlewat.

“Kami berharap tidak ada satu pun pelaku usaha yang luput dari pendataan. Dukungan seluruh pemimpin wilayah sangat diperlukan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan sensus ini,” ujarnya.

Pada momentum pembukaan tersebut, Bupati Sarolangun secara resmi membuka pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Sarolangun dengan mengucapkan basmalah. Sebagai simbol dimulainya kegiatan, Bupati melakukan pemasangan rompi petugas sensus ekonomi kepada perwakilan petugas pencacah.

Selain itu, dilakukan pula penandatanganan fakta integritas pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 antara BPS Kabupaten Sarolangun dengan unsur Forkopimda sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung terselenggaranya sensus yang profesional, transparan, dan berkualitas.

Prosesi tersebut menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, instansi vertikal, dan BPS dalam mewujudkan data ekonomi yang akurat dan terpercaya sebagai fondasi pembangunan daerah.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kabupaten Sarolangun, petugas sensus, dan seluruh tamu undangan sebagai bentuk dukungan bersama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.

Melalui pelaksanaan sensus ini, Pemerintah Kabupaten Sarolangun berharap dapat memperoleh potret ekonomi yang lebih lengkap dan akurat sehingga mampu menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih inklusif, berkelanjutan, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menjadi tonggak penting dalam menghadirkan data berkualitas demi mewujudkan Sarolangun yang maju, sejahtera, dan berdaya saing di masa mendatang.(IKP-KOMINFO)

💝 Berikan Rating Kepuasan Anda