img
Bupati Hurmin Resmi Launching SPMB Ramah Kabupaten Sarolangun Tahun 2026/2027, Tegaskan Pendidikan Harus Adil dan Berkualitas
  • BAL
  • June 17, 2026
  • Pengunjung (332)

SAROLANGUN – Pemerintah Kabupaten Sarolangun resmi meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 yang bertempat di SMP Negeri 36 Sarolangun, Rabu Pagi (17/06/2026). Peluncuran ini menjadi langkah awal untuk memastikan proses penerimaan peserta didik baru berjalan secara transparan, berintegritas, dan memberikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh anak di Kabupaten Sarolangun.

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Sarolangun H.Hurmin, Hadir mewakili Kapolres Sarolangun, Kapolsek Kota IPTU Rozalia Saputra, S.Pd., mewakili Kajari Sarolangun Kasi Datun Oktarini Prihanti, M.H., Sekda Sarolangun Ir. Muhamad Arief FH, MUM, mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan H. Winarno, M.Kes., Kepala Dinas Dukcapil Riduan, S.STP., M.E., Kepala Dinas Sosial Drs. Muhammad Idrus, serta unsur Forum MKKS dan KKKS Kabupaten Sarolangun serta berbagai unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pemerintah daerah, para kepala sekolah, guru, siswa, insan pers, serta tamu undangan lainnya.

Kepala SMP Negeri 36 Sarolangun selaku panitia pelaksana dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan launching SPMB Ramah bertujuan memberikan pemahaman kepada seluruh pemangku kepentingan mengenai mekanisme penerimaan murid baru yang sesuai dengan ketentuan pemerintah daerah. Kegiatan ini juga dihadiri seluruh kepala sekolah SMP se-Kabupaten Sarolangun dan kepala sekolah SD se-Kecamatan Sarolangun.

Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan didukung melalui anggaran DPA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarolangun. Melalui kegiatan tersebut diharapkan seluruh satuan pendidikan dapat melaksanakan penerimaan murid baru sesuai zonasi dan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Sarolangun menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kemajuan daerah. Menurutnya, kualitas pendidikan akan sangat berpengaruh terhadap lahirnya generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan mampu membawa Kabupaten Sarolangun menuju masa depan yang lebih baik.

“Melalui pendidikan yang berkualitas, kita menyiapkan generasi penerus yang mampu menghadapi tantangan zaman. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama dalam mendapatkan layanan pendidikan,” ujar Bupati.

Bupati menjelaskan bahwa proses penerimaan murid baru bukan sekadar kegiatan administratif tahunan, melainkan salah satu instrumen pelayanan publik yang sangat penting dalam menjamin akses pendidikan yang bermutu bagi seluruh anak.

Ia menekankan bahwa konsep SPMB Ramah hadir sebagai bentuk komitmen bersama untuk menghadirkan layanan pendidikan yang mudah dipahami, terbuka, adil, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak. Prinsip tersebut diharapkan mampu menghilangkan berbagai hambatan yang selama ini menjadi kendala masyarakat dalam mengakses pendidikan, baik karena faktor ekonomi, domisili, maupun latar belakang sosial.

“SPMB Ramah adalah semangat bersama agar layanan pendidikan dapat diakses secara adil oleh seluruh masyarakat. Tidak boleh ada diskriminasi dalam proses penerimaan murid baru,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh unsur pendidikan mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sekolah, guru, pengawas, komite sekolah, pemerintah kecamatan dan desa hingga masyarakat untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan SPMB agar berjalan sesuai aturan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan peringatan tegas terkait praktik pungutan liar. Ia menegaskan bahwa seluruh proses SPMB tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun.

“Jika ditemukan adanya pungutan biaya yang tidak sesuai ketentuan dan terbukti dilakukan oleh pihak tertentu, maka akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Menurut Bupati, tantangan lain yang perlu dihadapi saat ini adalah masih adanya sebagian masyarakat yang belum sepenuhnya percaya diri dalam memanfaatkan teknologi digital dalam proses pendaftaran. Karena itu, sosialisasi kepada wali murid dan masyarakat harus terus ditingkatkan agar seluruh lapisan masyarakat dapat mengikuti proses SPMB dengan baik.

Peluncuran SPMB Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Sarolangun sebagai simbol dimulainya pelaksanaan penerimaan murid baru di Kabupaten Sarolangun.

Momentum tersebut kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh pemangku kepentingan. Dalam komitmen tersebut ditegaskan tiga poin utama, yakni memastikan pelaksanaan SPMB yang berintegritas dengan mengutamakan prinsip objektif, transparan, akuntabel, bermartabat, dan tanpa diskriminasi; memastikan pelaksanaan SPMB yang bersih, berkualitas, bebas pungutan liar serta tanpa gratifikasi; serta memastikan seluruh tahapan SPMB berlangsung kondusif, aman, tertib, dan bebas intervensi.

Suasana kegiatan semakin meriah dengan berbagai penampilan seni dari para siswa dan siswi. Penampilan vokal, tarian daerah, hingga pertunjukan pantomim story telling berhasil memukau para tamu undangan. Aksi para pelajar tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga menunjukkan kreativitas dan potensi generasi muda Sarolangun yang terus berkembang.

Melalui peluncuran SPMB Ramah ini, Pemerintah Kabupaten Sarolangun berharap seluruh proses penerimaan murid baru Tahun Ajaran 2026/2027 dapat berlangsung secara profesional, transparan, dan berkeadilan, sehingga setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.(IKP-KOMINFO)

💝 Berikan Rating Kepuasan Anda