Wabup Gerry Resmikan Pentas Seni Budaya Suku Anak Dalam, Tegaskan Pelestarian Budaya dan Kesetaraan Pendidikan
SAROLANGUN — Upaya menjaga warisan budaya sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat adat kembali mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Sarolangun. Wakil Bupati Sarolangun, Gerry Trisatwika, meresmikan kegiatan Pentas Seni Budaya Suku Anak Dalam (SAD) yang digelar di Rumah Singgah Suku Anak Dalam atau Sekretariat Yayasan Mitra Sriwijaya Cabang Jambi, Desa Siliwangi Patok 10, Kecamatan Singkut, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang ekspresi budaya sekaligus bentuk penguatan identitas masyarakat adat melalui pertunjukan seni yang menampilkan kekayaan tradisi dan nilai-nilai lokal yang diwariskan secara turun-
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga sosial, dan tokoh masyarakat yang memberikan dukungan terhadap pembinaan serta pelestarian budaya Suku Anak Dalam. Hadir dalam kesempatan itu Kepala Satpol PP Kabupaten Sarolangun Helmi, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Yudis, Kepala Dinas Sosial Muhammad Idrus, Organisasi Gadis Pantura, Kapolsek Singkut, serta unsur TNI yang diwakili Letda Infanteri Agung Muji Sriyanto. Turut hadir pula perwakilan Yayasan Mitra Sriwijaya Cabang Jambi Andre Pranata, Kepala Desa Siliwangi Suharto, insan pers, dan para tokoh masyarakat setempat. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Samsung Green Scholar Foundation sebagai mitra yang berkontribusi dalam pelaksanaan acara.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gerry Trisatwika menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Mitra Sriwijaya yang dinilai konsisten menjalankan pendampingan terhadap warga Suku Anak Dalam, khususnya dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan sosial.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak boleh meninggalkan kelompok masyarakat mana pun. Pemerintah daerah, kata dia, memiliki tanggung jawab memastikan seluruh warga memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang tanpa membedakan latar belakang sosial maupun budaya.
“Pendidikan, rasa aman, dan kesejahteraan adalah hak seluruh masyarakat. Tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan hanya karena berasal dari komunitas tertentu,” ujarnya.
Momentum pentas budaya tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan kembali kekayaan budaya Suku Anak Dalam kepada masyarakat luas. Berbagai atribut tradisional seperti busana berbahan kulit kayu, ragam aksesoris khas, hingga pertunjukan seni ditampilkan sebagai bentuk pelestarian identitas lokal yang masih hidup di tengah perubahan zaman.

Gerry menilai kekayaan budaya tersebut merupakan aset daerah yang memiliki nilai sejarah sekaligus potensi besar untuk terus dikenalkan kepada generasi muda maupun masyarakat luar daerah.
Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui seremoni, tetapi harus diikuti upaya mendokumentasikan sejarah, menjaga adat, serta membuka ruang agar budaya tetap relevan di masa kini.
Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan motivasi kepada anak-anak binaan dan keluarga yang hadir. Ia menyampaikan bahwa pendidikan telah membuka peluang baru bagi anak-anak dari komunitas Suku Anak Dalam, termasuk keberhasilan salah satu anak binaan yang mampu menempuh pendidikan tinggi hingga menyelesaikan studi di perguruan tinggi.
Capaian tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa kesempatan dan pendampingan yang tepat dapat mengubah masa depan generasi muda.

“Anak-anak memiliki peluang yang sama untuk bermimpi dan meraih cita-cita. Dari tempat ini bisa lahir generasi yang kelak menjadi pendidik, tenaga kesehatan, aparat negara, hingga pemimpin daerah,” katanya.

Di akhir kegiatan, Wakil Bupati turut menyampaikan salam dari Bupati Sarolangun H. Hurmin serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung pendidikan dan penguatan karakter anak-anak Suku Anak Dalam.
Acara kemudian ditutup dengan pertunjukan seni budaya dari anak-anak binaan Rumah Singgah SAD yang tampil penuh percaya diri, memperlihatkan bahwa pelestarian budaya dan pembangunan sumber daya manusia dapat berjalan beriringan demi masa depan yang lebih inklusif.(IKP-KOMINFO)