RS-FlashMatic

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player

Powered by RS Web Solutions

SRLT Tampung Pengaduan Kemiskinan

Fasilitator Akan Disebarkan Kesetiap Desa

SAROLANGUN - Kabupaten Sarolangun menjadi salah satu Kabupaten / Kota yang mendapatkan program pembentukan Lembaga Sistem Rujukan Layanan Terpadu, (SRLT) dan pusat kesejahteraan Sosial (Puskesos) dari Kementrian Sosial RI tahun 2017 ini. Seluruh Indonesia yang mendapatkan program pembentukan Lembaga Sistem Rujukan Layanan Terpadu ini hanya 20 Kabupaten / kota.

Namun sebelum Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Batanghari dan Muaro Jambi serta Provinsi Jambi, sudah terlebih dahulu di bentuk kemensos 2016 silam. Maka dari itu untuk tahun 2017 ini Kabupaten Sarolangun menjadi satu-satunya Kabupaten di Privinsi Jambi yang mendapatkannya. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sarolangun H Gasim, SH saat diwawancarai kemarin (11/10), saat melaksanakan kegiatan bintek SRLT dan Puskesos di Aula Bappeda Sarolangun.

"Untuk 2017 ini hanya ada 20 Kabupaten yang dibentuk Kementrian Sosial, salah satunya di bentuk di Sarolangun, makanya Kementrian Sosial datang ke Sarolangun memberikan Bintek ke pada penyelenggaraan yang di bentuk" katanya.

Ia menjelaskan, pembentukan Lembaga SRLT ini awalnya dilakukan pengajuan pada tahun 2016 lalu, kala itu masih menjadi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans). dan akhirnya tahun 2017 ini dikabulkan oleh Kementrian Sosial. Selain itu lanjutannya, bahwa Lembaga SRLT dan Puskesos ini akan berada di Kantor Dinas Sosial, yang di sebut dengan Sekretariat SRLT dan nantinya akan siap menampung pengaduan, keluhan Masyarakat Sarolangun mengenai kemiskinan dan masalah Sosial.

"Berbentuk wadah pelayanan bagi Masyarakat kita, selama ini kan pelayanan terpencar-pencar, kadang Masyarakat kesini-kesitu. Tapi sekarang tidak, tinggal datang ke Sekretariat, sampaikan keluhan maka akan ditindak lanjuti," jelasnya.

Bahkan bukan hanya menerima pengaduan, fasilitator yang dibentuk dalam SRLT ini yang berjumlah 50 orang okan tersebar ke setiap desa, dan akan mendata masyarakat miskin serta menampung keluhan masyarakat. "Keluhan di desa akan disampaikan ke Sekretariat melalui fasilitator dan akan di proses manager SRLT dan survisornya, jika maslah kesehatan kita akan sinergikan dengan Dinkes, jika masalah Pendidikan akan koordinasi dengan Disdik," jelasnya lagi.

Sementara itu, Staf Administrasi Kementrian Sosial, RI Lukman, menyebutkan, bahwa program SRLT dan Puskesos ini sudah berjalan sejak tahun 2016, dimana saat itu ada 50 lokasi Kabupaten / Kota dan Provinsi. dan tahun 2017 ini ditambah sebanyak 20 lokasi Kabupaten / Kota, jadi jika ditolakkan sudah ada 70 Kabupaten / Kota yang sudah terbentuk layanan SRLT ini.

"SRLT ini akan lebih tersistem dan lebih mudah mendata masyarakat miskin dan rentan miskin. Keluhannya bisa berupa KIS, KIP, PKH, atau masalah sosial lainya, seperti rasta, agar memang program itu tepat sasaran, jika ada keluhan silahkan sampaikan ke SRLT," jelasnya.

setiap daerah yang di bentuk SRLTĀ  ini akan dibentuk sarana praasarananya, seperti Laptop 4 buah untuk Operator, Komputer Tiga untuk Sekretariat, dan Iped Lenovo 50 unit utuk 50 Orang Fasilitator dalam mejalankantugas secara online, yang sudah ada di dalamnya program Kementrian Sosial, dan tentunya Honor bagi penyelenggara SRLT ini, yang terdiri dari I orang manager, 3 orang suverpisior, dan 50 orang fasilitator.

Video Files

Indeks Berita

December 2017
Mo Tu We Th Fr Sa Su
27 28 29 30 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31